Jumat, 06 November 2020

Modul Pelatihan Kader UKGM

 

MODUL TEORI PELATIHAN KADER

UPAYA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT

 

 

 

 

 

 

 

 

DIV KEPERAWATAN GIGI

JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG

TAHUN 2020

 

 

 

 

 

 

MODUL MATERI DASAR

 

 

KESEHATAN GIGI DAN MULUT

 

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL MATERI DASAR

KESEHATAN GIGI DAN MULUT

 

                               I.            DESKRIPSI SINGKAT

                            II.            TUJUAN PEMBELAJARAN

       Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )

       Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )

                         III.            POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

                         IV.            LANGKAH - LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

                            V.            LEMBAR PENUGASAN / BERGAMBAR

                         VI.            URAIAN MATERI

       Pokok Bahasan : Manajemen Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat

       Pokok Bahasan : Kesehatan Gigi dan Mulut

REFERENSI

 

       I.            DESKRIPSI SINGKAT

Modul UKGM ini disusun untuk membekali para kader UKGM tentang konsep dasar pengelolaan UKGM dalam kaitannya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan angka karies gigi.

    II.            TUJUAN PEMBELAJARAN

a.       Tujuan Pembelajaran Umum :

Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami tentang UKGM

b.      Tujuan Pembelajaran Khusus :

Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu :

1.      Memahami dan menjelaskan manajemen usaha kesehatan gigi masyarakat

2.      Memahami dan menjelaskan kesehatan gigi dan mulut

 III.            POKOK BAHASAN

A.    Pokok Bahasan Manajemen Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat

1.      Pengertian UKGM

2.      Tujuan

3.       Sasaran

4.      Kegiatan UKGM

5.       Peran dan fungsi kader gigi

B.     Pokok Bahasan Kesehatan Gigi dan Mulut

1.      Pengertian kesehatan gigi

2.       Jenis dan Fungsi gigi

3.      Macam – macam penyakit gigi

4.      Penyebab kerusakan gigi

5.      Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut

 IV.            METODE

1.      Curah Pendapat

2.      Ceramah

3.      Tanya Jawab

4.       Diskusi

    V.            MEDIA

1.      Modul

2.      Laptop

3.      Poster

 VI.            LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Jumlah jam yang digunakan dalam modul ini sebanyak 1 jam pelajaran (T=1 Jpl, P=0, PL=0) @45 menit untuk memudahkan proses pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut :

1.      Manajemen Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat

A.    Langkah 1 (15 menit) :

1)       Fasilitator memperkenalkan diri

2)      Fasilitator menyampaikan tujuan umum dan tujuan khusus.

3)      Menggali pendapat peserta tentang UKGM

4)      Berdasarkan pendapat peserta, fasilitator menjelaskan UKGM.

B.     Langkah 2 (20 menit) :

1)      Fasilitator menyampaikan pokok bahasan :

a)      Pengertian UKGM

b)      Tujuan UKGM

c)       Sasaran UKGM

d)      Jenis Kegiatan UKGM

e)      Peran dan Fungsi Kader Kesehatan Gigi

2)      Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas dan fasilitator menjawab pertanyaan peserta tersebut

C.     Langkah 3 (10 menit) :

a)      Fasilitator meminta peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas, memberikan jawaban atas pertanyaan peserta.

b)      Faslitator meminta komentar, penilaian, saran, bahkan kritik dari peserta pada kertas yang telah disediakan

2.  Kesehatan Gigi dan Mulut

A.    Langkah 1 (15 menit) :

1)       Fasilitator memperkenalkan diri

2)      Fasilitator menyampaikan tujuan umum dan tujuan khusus.

3)      Menggali pendapat peserta tentang kesehatan gigi dan mulut

4)      Berdasarkan pendapat peserta, fasilitator menjelaskan tentang kesehatan gigi dan mulut.

B.     Langkah 2 (20 menit) :

1)      Fasilitator menyampaikan pokok bahasan :

a)      Pengertian kesehatan gigi

b)      Jenis dan Fungsi gigi

c)      Macam – macam penyakit gigi

d)     Penyebab kerusakan gigi

e)      Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut

2)      Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas dan fasilitator menjawab pertanyaan peserta tersebut

C.     Langkah 3 (10 menit) :

a)      Fasilitator meminta peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas, memberikan jawaban atas pertanyaan peserta.

b)      Faslitator meminta komentar, penilaian, saran, bahkan kritik dari peserta pada kertas yang telah disediakan

 

VII.            URAIAN MATERI

A.      MANAJEMEN USAHA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT

1.         Pengertian

UKGM adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi, mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kesehatan gigi pada berbagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat. Macam-macam UKGM berlandaskan pendekatan Primary Health Care (Posyandu, Bina Keluarga Balita, Polindes, Poskestren, Taman Kanak-Kanak, dan sebagainya). Pendekatan ini secara global dikenal sebagai Primary Oral Health Care Aproach.

2.       Tujuan

Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dan peran serta masyarakat/keluarga dalam pemeliharaan kesehatan gigi (self care).

3.         Sasaran

Kelompok masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi dan mulut (Bumil, Balita, Apras dan Anak Sekolah Dasar)

4.        Kegiatan UKGM

        Promotif ( kader dan tenaga kesehatan gigi)

Penyuluhan dan konseling

       Preventif (tenaga kesehatan gigi)

Pemeriksaan gigi, pembersihan karang gigi, dll.

       Kuratif Sederhana ( tenaga kesehatan gigi)

Tambalan sementara, tambalan tetap, dll.

5.       Peran dan Fungsi Kader Kesehatan Gigi

Fungsi kader kesehatan gigi adalah mampu melaksanakan sejumlah kegiatan yang ada di lingkungannya. Kegiatan yang dilakukan sifatnya sederhana akan tetapi juga harus berguna untuk masyarakat dan kelompok. Adapun berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan gigi, misalnya:

       Memberikan penyuluhan kesehatan gigi sederhana

       Pemeriksaan gigi anak dan ibu hamil secara sederhana

       Cara merujuk pasien yang mempunyai masalah kesehatan gigi

       Cara mengisi KMGS dan Kasih

       Memberikan pertolongan pertama pada sakit gigi

       Membuat pelaporan sederhana

B.       KESEHATAN GIGI DAN MULUT

1.      Pengertian Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal terpenting bagi kehidupan manusia dan merupakan bagian dari kesehatan secara umum. Yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. kesehatan rongga mulut merupakan bagian integral dari kesehatan secara umum, namun banyak orang tidak mengetahui bahwa rongga mulut berperan penting bagi kesehatan tubuh.

Rongga mulut yang sehat memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif, menikmati berbagai macam makanan, meningkatkan kualitas hidup, percaya diri dan mempunyai kehidupan sosial yang lebih baik. Kondisi sebaliknya, rongga mulut yang tidak sehat dapat berpengaruh pada kehidupan sosial seseorang, keterbatasan fungsi pengunyahan, keterbatasan fungsi bicara, rasa sakit dan terganggunya waktu bekerja atau sekolah.

2.      Jenis dan Fungsi Gigi

Menurut R.,Yulianti (2014) Gigi merupakan stuktur putih kecil yang ada di dalam mulut manusia dan menjadi salah satu organ yang sangat penting dalam proses pencernaan dalam tubuh. Gigi digunakan untuk mengoyak , mengikis, memotong dan mengunyah makanan. Pada manusia dapat ditemui empat Jenis gigi yang terdapat pada mulut yaitu :

a.       Gigi Seri adalah gigi yang memiliki satu akar yang berfungsi memotong dan mengerat makanan atau benda lainnya.

b.      Gigi Taring : gigi yang memiliki satu akar dan memiliki fungsi untuk mengoyak makanan atau benda lainnya.

c.       Gigi Graham Kecil : gigi yang memiliki dua akar yang berfungsi menggilas dan mengunyah makanan atau benda lainnya

d.      Gigi Graham Besar : gigi yang memiliki tiga akar yang berfungsi melumat dan mengunyah makanan atau benda lainnya.

Beberapa fungsi gigi diantaranya :

a.    Pengunyahan

Gigi memiliki peran pentig untuk menghaluskan makanan agar lebih mudah ditelan serta meringkankan kerja proses pengunyahan didalam rongga mulut maka makanan yang ada di proses menjadi lebih halus dan mempermudah proses penelanan. Proses pengunyahan dipengaruhi oleh keseimbangan posisi antara rahang atas dan rahang bawah, apabila tidak seimbang maka akan menggangu proses pengunyahan sehingga gigi tidak dapat bekerja secara maksimal. 

b.    Berbicara

Gigi sangat diperlukan untuk mengeluarkan bunyi ataupun huruf-huruf tertentu seperi huruf T,V,D,S dan S. Tanpa gigi maka maka akan kesulitan dalam berbicara alias ngomong dan tidak akan terdengar sempurna.

c.    Estetika

Gigi dan rahang dapat mempengarhui senyum seseorang, dengan adanya gigi yang rapid an bersih maka senyum ssesorang akan terlihat lebih menarik dibandingkan dengan seseorang yang memiliki gigi yang tidak beraturan. Selain itu bentuk rahang juga akan mempengaruhi bentuk wajah seseorang.

3.      Macam - macam Penyakit Gigi

Berdasarkan Agustiana (2006), Macam-macam penyakit gigi terbagi menjadi 3 yaitu :

a.       Gigi Berlubang (Karies Gigi)

Karies atau gigi berlubang adalah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Penyebab penyakit gigi ini diakibatkan karena adanya kuman.

b.      Gingtivitis (Peradangan Gusi) radang gusi terjadi akibat adanya plak dan bakteri.

c.       Penyakit Periodental (jaringan pendukung gigi)

4.      Penyebab Kerusakan Gigi

Makanan yang dikonsumsi anak akan mempengaruhi kesehatan gigi. Terlalu banyak karbohidrat, baik gula misalnya, kue , permen, susu , makanan dan minuman manis lainnya maupun tepungtepungan misalnya keripik kentang atau singkong dapat mengakibatkan pengeroposan gigi. Seberapa lama karbohidrat menempel pada gigi adalah penyebab utama pembusukan gigi, permen coklat dan makan yang manis adalah makanan yang paling sering mengancam kerusakan gigi.

5.      Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut

a.       Biasakan menyikat gigi pagi setelah makan dan sebelum tidur.

b.      Kurangi makanan manis dan lengket.

c.       Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang berserat dan berair. d. Cara menyikat gigi yang benar .

d.      Gunakan pasta gigi yang mengandung Flouride.

e.       Periksa gigi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

VIII.            REFERENSI

https://verayohananabu.wordpress.com/2016/04/23/upaya-kesehatan-gigi-masyarakat/

https://www.jevuska.com/2007/06/15/peran-dan-fungsi-kader-kesehatan/

http://repositori.unsil.ac.id/836/4/3%20BAB%20II%20SKRIPSI.pdf

 

 

 


MODUL TEORI PELATIHAN KADER

UPAYA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT

 

 

 

 

 

 

 

DIV KEPERAWATAN GIGI

JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG

TAHUN 2020

 

 

 

 

 

 

MODUL MATERI DASAR

 

 

KESEHATAN GIGI DAN MULUT

 

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

 

MODUL MATERI DASAR

KESEHATAN GIGI DAN MULUT

                               I.            DESKRIPSI SINGKAT

                            II.            TUJUAN PEMBELAJARAN

       Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )

       Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )

                         III.            POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

                         IV.            LANGKAH - LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

                            V.            LEMBAR PENUGASAN / BERGAMBAR

                         VI.            URAIAN MATERI

       Pokok Bahasan : Manajemen Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat

       Pokok Bahasan : Kesehatan Gigi dan Mulut

REFERENSI

  1. DESKRIPSI SINGKAT

Modul UKGM ini disusun untuk membekali para kader UKGM tentang konsep dasar pengelolaan UKGM dalam kaitannya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan angka karies gigi.

  1. TUJUAN PEMBELAJARAN
  1. Tujuan Pembelajaran Umum :

Setelah mengikuti materi ini peserta mampu memahami tentang UKGM

  1. Tujuan Pembelajaran Khusus :

Setelah mengikuti materi ini, peserta mampu :

1.      Memahami dan menjelaskan manajemen usaha kesehatan gigi masyarakat

2.      Memahami dan menjelaskan kesehatan gigi dan mulut

  1. POKOK BAHASAN

A.    Pokok Bahasan Manajemen Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat

1.      Pengertian UKGM

2.      Tujuan

3.       Sasaran

4.      Kegiatan UKGM

5.       Peran dan fungsi kader gigi

B.     Pokok Bahasan Kesehatan Gigi dan Mulut

1.      Pengertian kesehatan gigi

2.       Jenis dan Fungsi gigi

3.      Macam – macam penyakit gigi

4.      Penyebab kerusakan gigi

5.      Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut

  1. METODE

1.      Curah Pendapat

2.      Ceramah

3.      Tanya Jawab

4.       Diskusi

  1. MEDIA

1.      Modul

2.      Laptop

3.      Poster

  1. LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Jumlah jam yang digunakan dalam modul ini sebanyak 1 jam pelajaran (T=1 Jpl, P=0, PL=0) @45 menit untuk memudahkan proses pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut :

1.      Manajemen Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat

A.    Langkah 1 (15 menit) :

1)       Fasilitator memperkenalkan diri

2)      Fasilitator menyampaikan tujuan umum dan tujuan khusus.

3)      Menggali pendapat peserta tentang UKGM

4)      Berdasarkan pendapat peserta, fasilitator menjelaskan UKGM.

B.     Langkah 2 (20 menit) :

1)      Fasilitator menyampaikan pokok bahasan :

a)      Pengertian UKGM

b)      Tujuan UKGM

c)       Sasaran UKGM

d)      Jenis Kegiatan UKGM

e)      Peran dan Fungsi Kader Kesehatan Gigi

2)      Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas dan fasilitator menjawab pertanyaan peserta tersebut

C.     Langkah 3 (10 menit) :

a)      Fasilitator meminta peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas, memberikan jawaban atas pertanyaan peserta.

b)      Faslitator meminta komentar, penilaian, saran, bahkan kritik dari peserta pada kertas yang telah disediakan

2.  Kesehatan Gigi dan Mulut

A.    Langkah 1 (15 menit) :

1)       Fasilitator memperkenalkan diri

2)      Fasilitator menyampaikan tujuan umum dan tujuan khusus.

3)      Menggali pendapat peserta tentang kesehatan gigi dan mulut

4)      Berdasarkan pendapat peserta, fasilitator menjelaskan tentang kesehatan gigi dan mulut.

B.     Langkah 2 (20 menit) :

1)      Fasilitator menyampaikan pokok bahasan :

a)      Pengertian kesehatan gigi

b)      Jenis dan Fungsi gigi

c)      Macam – macam penyakit gigi

d)     Penyebab kerusakan gigi

e)      Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut

2)      Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas dan fasilitator menjawab pertanyaan peserta tersebut

C.     Langkah 3 (10 menit) :

a)      Fasilitator meminta peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas, memberikan jawaban atas pertanyaan peserta.

b)      Faslitator meminta komentar, penilaian, saran, bahkan kritik dari peserta pada kertas yang telah disediakan

  1. URAIAN MATERI

A.      MANAJEMEN USAHA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT

1.         Pengertian

UKGM adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan gigi, mengintegrasikan upaya promotif, preventif, kesehatan gigi pada berbagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat. Macam-macam UKGM berlandaskan pendekatan Primary Health Care (Posyandu, Bina Keluarga Balita, Polindes, Poskestren, Taman Kanak-Kanak, dan sebagainya). Pendekatan ini secara global dikenal sebagai Primary Oral Health Care Aproach.

2.       Tujuan

Meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dan peran serta masyarakat/keluarga dalam pemeliharaan kesehatan gigi (self care).

3.         Sasaran

Kelompok masyarakat yang rawan terhadap penyakit gigi dan mulut (Bumil, Balita, Apras dan Anak Sekolah Dasar)

4.        Kegiatan UKGM

        Promotif ( kader dan tenaga kesehatan gigi)

Penyuluhan dan konseling

       Preventif (tenaga kesehatan gigi)

Pemeriksaan gigi, pembersihan karang gigi, dll.

       Kuratif Sederhana ( tenaga kesehatan gigi)

Tambalan sementara, tambalan tetap, dll.

5.       Peran dan Fungsi Kader Kesehatan Gigi

Fungsi kader kesehatan gigi adalah mampu melaksanakan sejumlah kegiatan yang ada di lingkungannya. Kegiatan yang dilakukan sifatnya sederhana akan tetapi juga harus berguna untuk masyarakat dan kelompok. Adapun berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan oleh kader kesehatan gigi, misalnya:

       Memberikan penyuluhan kesehatan gigi sederhana

       Pemeriksaan gigi anak dan ibu hamil secara sederhana

       Cara merujuk pasien yang mempunyai masalah kesehatan gigi

       Cara mengisi KMGS dan Kasih

       Memberikan pertolongan pertama pada sakit gigi

       Membuat pelaporan sederhana

B.       KESEHATAN GIGI DAN MULUT

1.      Pengertian Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal terpenting bagi kehidupan manusia dan merupakan bagian dari kesehatan secara umum. Yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. kesehatan rongga mulut merupakan bagian integral dari kesehatan secara umum, namun banyak orang tidak mengetahui bahwa rongga mulut berperan penting bagi kesehatan tubuh.

Rongga mulut yang sehat memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif, menikmati berbagai macam makanan, meningkatkan kualitas hidup, percaya diri dan mempunyai kehidupan sosial yang lebih baik. Kondisi sebaliknya, rongga mulut yang tidak sehat dapat berpengaruh pada kehidupan sosial seseorang, keterbatasan fungsi pengunyahan, keterbatasan fungsi bicara, rasa sakit dan terganggunya waktu bekerja atau sekolah.

2.      Jenis dan Fungsi Gigi

Menurut R.,Yulianti (2014) Gigi merupakan stuktur putih kecil yang ada di dalam mulut manusia dan menjadi salah satu organ yang sangat penting dalam proses pencernaan dalam tubuh. Gigi digunakan untuk mengoyak , mengikis, memotong dan mengunyah makanan. Pada manusia dapat ditemui empat Jenis gigi yang terdapat pada mulut yaitu :

a.       Gigi Seri adalah gigi yang memiliki satu akar yang berfungsi memotong dan mengerat makanan atau benda lainnya.

b.      Gigi Taring : gigi yang memiliki satu akar dan memiliki fungsi untuk mengoyak makanan atau benda lainnya.

c.       Gigi Graham Kecil : gigi yang memiliki dua akar yang berfungsi menggilas dan mengunyah makanan atau benda lainnya

d.      Gigi Graham Besar : gigi yang memiliki tiga akar yang berfungsi melumat dan mengunyah makanan atau benda lainnya.

beberapa fungsi gigi diantaranya :

a.    Pengunyahan

Gigi memiliki peran pentig untuk menghaluskan makanan agar lebih mudah ditelan serta meringkankan kerja proses pengunyahan didalam rongga mulut maka makanan yang ada di proses menjadi lebih halus dan mempermudah proses penelanan. Proses pengunyahan dipengaruhi oleh keseimbangan posisi antara rahang atas dan rahang bawah, apabila tidak seimbang maka akan menggangu proses pengunyahan sehingga gigi tidak dapat bekerja secara maksimal. 

b.    Berbicara

Gigi sangat diperlukan untuk mengeluarkan bunyi ataupun huruf-huruf tertentu seperi huruf T,V,D,S dan S. Tanpa gigi maka maka akan kesulitan dalam berbicara alias ngomong dan tidak akan terdengar sempurna.

c.    Estetika

Gigi dan rahang dapat mempengarhui senyum seseorang, dengan adanya gigi yang rapid an bersih maka senyum ssesorang akan terlihat lebih menarik dibandingkan dengan seseorang yang memiliki gigi yang tidak beraturan. Selain itu bentuk rahang juga akan mempengaruhi bentuk wajah seseorang.

3.      Macam - macam Penyakit Gigi

Berdasarkan Agustiana (2006), Macam-macam penyakit gigi terbagi menjadi 3 yaitu :

a.       Gigi Berlubang (Karies Gigi)

Karies atau gigi berlubang adalah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat suatu proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi. Penyebab penyakit gigi ini diakibatkan karena adanya kuman.

b.      Gingtivitis (Peradangan Gusi) radang gusi terjadi akibat adanya plak dan bakteri.

c.       Penyakit Periodental (jaringan pendukung gigi)

4.      Penyebab Kerusakan Gigi

Makanan yang dikonsumsi anak akan mempengaruhi kesehatan gigi. Terlalu banyak karbohidrat, baik gula misalnya, kue , permen, susu , makanan dan minuman manis lainnya maupun tepungtepungan misalnya keripik kentang atau singkong dapat mengakibatkan pengeroposan gigi. Seberapa lama karbohidrat menempel pada gigi adalah penyebab utama pembusukan gigi, permen coklat dan makan yang manis adalah makanan yang paling sering mengancam kerusakan gigi.

5.      Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut

a.       Biasakan menyikat gigi pagi setelah makan dan sebelum tidur.

b.      Kurangi makanan manis dan lengket.

c.       Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang berserat dan berair. d. Cara menyikat gigi yang benar .

d.      Gunakan pasta gigi yang mengandung Flouride.

e.       Periksa gigi ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

  1. REFERENSI

https://verayohananabu.wordpress.com/2016/04/23/upaya-kesehatan-gigi-masyarakat/

https://www.jevuska.com/2007/06/15/peran-dan-fungsi-kader-kesehatan/

http://repositori.unsil.ac.id/836/4/3%20BAB%20II%20SKRIPSI.pdf

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL MATERI INTI 1

 

 

UPAYA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT (UKGM)

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

 

 

MODUL  MATERI INTI 1

Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat ( UKGM )

       I.            DESKRIPSI SINGKAT

    II.            TUJUAN PEMBELAJARAN

       Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )

       Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )

 III.            POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

 IV.            METODE

    V.            MEDIA

 VI.            LANGKAH - LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

VII.            URAIAN MATERI

       Pokok Bahasan : Pengertian dan Konsep Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri

       Pokok Bahasan : Manfaat dan Indikator keberhasilan  UKGM

REFERENSI

I. DESKRIPSI SINGKAT

Modul UKGM ini disusun untuk membekali para kader UKGM tentang konsep dasar pengelolaan UKGM dalam kaitannya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan angka karies gigi. UKGM merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka karies gigi. Dalam pelaksanaannya, dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar kegiatan dan program untuk kelangsungan pelayanan di UKGM sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.

 

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

Setelah pembelajaran ini selesai, peserta mampu memahami tentang UKGM.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

Setelah pembelajaran ini selesai, peserta:

  1. Menjelaskan pengertian Pengertian dan Konsep Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri
  2. Menjelaskan manfaat dan Indikator keberhasilan  UKGM

III. POKOK BAHASAN DAN SUB-POKOK BAHASAN

Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan yang dibahas dalam modul ini adalah:

Pokok Bahasan A: Pengertian dan Konsep Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri

1. Pengertian UKGM

2. Konsep UKGM

Pokok Bahasan B: Manfaat dan Indikator keberhasilan  UKGM

1. Manfaat UKGM

2. Indikator UKGM

 

IV.METODE

A. Curah Pendapat

 B. Ceramah

 C. Tanya Jawab

 D. Diskus

V.MEDIA

A. Modul

B. Laptop

C. Poster

VI. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Jumlah jam yang digunakan dalam modul ini sebanyak 1 JPL Yaitu 45 menit untuk memudahkan proses pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan pembelajaran sebagai berikut :

A. Langkah 1 ( 15 menit )

  1. Fasilitator memperkenalkan diri.
  2. Fasilitator menyampaikan tujuan umum dan tujuan khusus.
  3. Menggali pendapat peserta tentang UKGM.
  4. Berdasarkan pendapat peserta, fasilitator menjelaskan pengertian UKGM.

B. Langkah 2 ( 20 menit )

1. Fasilitator menyampaikan pokok bahasan:

a. Pengertian UKGM

b. Konsep UKGM

c. Manfaat UKGM

d. Indikator UKGM

2. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas dan fasilitator menjawab pertanyaan peserta tersebut.

C. Langkah 3 ( 10 menit )

  1. Fasilitator meminta peserta untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas, memberikan jawaban atas pertanyaan peserta.
  2. Meminta komentar, penilaian, saran, bahkan kritik dari peserta pada kertas yang telah disediakan.
  3. Fasilitator menutup sesi pembelajaran dengan menegaskan peran penting UKGM dalam pembangunan kesehatan.

VII. URAIAN MATERI

A. Pokok Bahasan: Pengertian dan Konsep Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri

  1. Pengertian Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri

Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM) adalah kegiatan pelayanan kesehatan gigi yang diselenggarakan oleh masyarakat dengan bimbingan Puskesmas sehingga masyarakat mau dan mampu melakukan tindakan yang tepat dalam masalah kesehatn gigi dan mulut.

  1. Konsep Usaha Kesehatan Gigi Maysarakat Mandiri

Wujud upaya kesehatan bersama masyarakat (UKBM) didalamnya  termasuk kesehatan gigi dan mulut yang dibentuk dari, oleh dan  untuk masyarakat atas dasar musyawarah dalam rangka :

a.       Meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat

b.      Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat  terhadap penyakit dan masalah-masalah kesehatan gigi dan  mulut.

c.       Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong diri  sendiri dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.

d.      Meningkatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat  yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

e.       Meningkatkan dukungan dan peran akƟ f berbagai pihak yang  bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat.

B. Pokok Bahasan : Manfaat dan Indikator Keberhasilan UKGM

  1. Manfaat Usaha Kesehatan Gigi Berbasis Masyarakat

a.       Masyarakat mengetahui tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut

b.      Masyarakat mendapatkan mutu pelayanan yang lebih baik dan familiar

c.       Masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gigi yang paripurna dan berkesinambungan

  1. Indikator Keberhasilan Usaha Kesehatan Gigi Berbasis Masyarakat

Indikator Masukan (input) :

a.       Ada/ tidak ada forum kesehatan gigi masyarakat 

b.      Ada/ tidak ada pengobatan gigi yang terintegrasi dalam  polindes/poskesdes.

c.       Rasio kader kesehatan dibandingkan jumlah penduduk.

d.      Rasio tenaga kesehatan dibandingkan jumlah penduduk.

e.       Besaran dana kesehatan per kapita penduduk.

Indikator Proses (procces) :

a.       Frekuensi pertemuan forum kesehatan gigi masyarakat.

b.      Frekwensi pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang  terintegrasi di polindes/poskesdes.

c.       Frekwensi kegiatan penyuluhan/promosi kesehatan gigi  dan mulut (PHBS gigi dan mulut).

d.      Prosentase kader kesehatan gigi dan mulut dan tenaga  sukarela yang akƟ f dan berperan serta.

Indikator Keluaran (output) :

a.       Ada/ tidak ada dana sehat yang berkelanjutan

b.      Prosentase pelayanan terintegrasi

c.       Frekuensi kunjungan tenaga kesehatan ke posyandu

d.      Jumlah masyarakat wilayah posyandu berkunjung ke  puskesmas

e.       Jumlah masyarakat mengikuti penyuluhan 

REFERENSI

BUKU PANDUAN PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI MASYARAKAT, KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2012.

https://docs.google.com/document/d/18HEAhw4klDoFWvDch-h1p770SFd1Qy7jikPbjOxCOjM/edit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL MATERI INTI 2

 

 

PENGETAHUAN RONGGA MULUT DAN GIGI

 

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

MODUL MATERI  INTI 2

PENGETAHUAN RONGGA MULUT DAN GIGI

  1. DESKRIPSI SINGKAT
  2. TUJUAN PEMBELAJARAN

       Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )

       Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )

  1. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN
  2. LANGKAH - LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
  3. METODE
  4. MEDIA
  5. URAIAN MATERI
  6. REFERENSI

I. DISKRIPSI SINGKAT

Modul pengetahuan rongga mulut dan gigi ini disusun untuk memberika pengetahuan dan gambaran umum mengenai rongga gigi dan mulut. Dengan bertambahnya pengetahuan kader maka kader dapat memahami dan menjelaskan mengenai bentuk gigi, fungsi gigi, bagian-bagian rongga mulut, dan masa pertumbuhan gigi.

   Pengetahuan mengenai bentuk, fungsi, dan bagian-bagian rongga mulut merupakan pengetahuan dasar seorang kader kesehatan gigi, sehingga kader mempelajari mengenai kesehatan gigi lebih mudah dan paham.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A.Tujuan Pembelajaran Umum

Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat menyampaikan kepada masyarakat Kelurahan Jabungan.

B.Tujuan Pembelajaran Khusus

1.Peserta latihan memahami bagian rongga mulut

2.Peserta latihan memahami macam bentuk dan fungsi gigi

3.Peserta latihan memahami tentang masa pertumbuhan gigi

4. Peserta latihan memahami materi yang diberikan

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK PEMBAHASAN

A. Pokok Bahasan

    Pengetahuan Rongga Mulut Dan Gigi

B. Sub Pokok Bahasan

1. Bagian rongga mulut

2. Bagian, macam, bentuk, dan fungsi gigi

3. Masa pertumbuhan gigi

IV. METODE

A. Curah Pendapat

 B. Ceramah

 C. Tanya Jawab

 D. Diskus

V. MEDIA

A. Modul

B. Laptop

C. Poster

 

VI. LANGKAH KEGIATAN

A. Bagian Rongga Mulut (1 JPL = 45 Menit)

1.  Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan

2.  Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan bagian rongga mulut dan gigi.

3.  Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang bagain rongga mulut dan gigi

4.  Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan

5.  Pelatih menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta

B. Bagian, Macam, Bentuk, Dan Fungsi Gigi (1 JPL = 45 Menit)

1.  Pelatih dengan metode diskusi, pelatih meminta peserta menunjukan bagian, macam, bentuk, dan fungsi gigi.

2.  Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang bagian, macam, bentuk, dan fungsi gigi.

3.  Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan

4.  Pelatih menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta

C. Masa Pertumbuhan Gigi (1 JPL = 45 Menit)

1.  Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat tentang masa pertumbuhan gigi

2.  Pelatih mempersilahkan peserta untuk melakukan tanya jawab terkait materi.

3.  Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan

4.  Pelatih menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta

VII.     URAIAN MATERI

Pengetahuan Tentang Gigi

Gigi merupakan bagian tubuh yang berfungsi untuk mengunyah, berbicara, mempertahankan bentuk muka, dan estetika. Gigi sehat adalah keadaan gigi yang bersih tanpa adanya plak, karies, nyeri, dan penyakit lainya. Gigi dapat berfungsi dengan baik apabila gigi tersebut dalam keadaan sehat, sebaliknya gigi yang tidak sehat akan menimbulkan masalah (Hamada, 2008).

Gigi berfungsi untuk :

  1. Mengunyah Makanan.
  2. Makanan sebelum ditelan harus dikunyah dahulu hal ini berguna untuk menghancurkan hingga lembut sehingga mudah ditelan.
  3. Membantu proses pencernaan dilambung dan usus, sehingga beban lambung dan usus dalam mencerna makanan menjadi ringan.
  4. Mencegah timbulnya makanan yang tersedak.
  5.  Mengucapkan kata-kata dengan jelas.
  6.  Membentuk wajah menjadi harmonis.
  7. Untuk kecantikan dan penampilan yang lebih baik.

 

 

 

 

A. Bagian-Bagian Rongga Mulut

               

Rongga mulut dibentuk oleh 2 rahang, yaitu rahang atas dan rahang bawah. Bila seseorang membuka mulut maka akan terlihat bagian-bagian rongga mulut, yaitu :

1. Bibir

Bibir ialah bagian dari rongga mulut yang tampak dari luar, terdiri dari bibir atas dan bibir bawah. Fungsi dari bibir antara lain:

a.       Menjaga makanan dan minuman agar tidak sampai tercecer keluar mulut.

b.      Merasakan panas dan dinginnya makanan/minuman.

c.       Membantu kita dalam berbicara.

d.      Membentuk mimik dan kecantikan wajah.

2. Gusi

Jaringan lunak disekitar mahkota gigi disebut gusi, gusi termasuk alat penyangga gigi. Pada umumnya gusi berwarna merah muda, akan tetapi ada pula gusi yang berwarna kehitam-hitaman atau kecoklatcoklatan, ini disebabkan karena adanya zat pigmen didalam gusi itu. Fungsi gusi adalah untuk melindungi serat-serat halus yang mengikat akar gigi kepada tulang rahang.

 

3. Lidah

Lidah terdiri dari otot-otot yang dilapisi oleh selaput lendir. Otot-otot tersebut dapat digerak-gerakkan. Fungsi utama lidah adalah sebagai alat perasa serta pengecap makanan, untuk menjilat, berbicara, pengecap makanan, selain itu juga dapat membantu menelan.

4. Gigi geligi

Gigi geligi terdapat pada rahang atas dan rahang bawah, Gigi terbagi menjadi dua bagian, yaitu :

a.       Mahkota gigi yaitu bagian gigi yang tampak dalam rongga mulut

b.      Akar gigi yaitu bagian gigi yang tertanam di tulang rahang, bagian ini tertutup oleh gusi.

5. Jaringan lunak lainnya.

Yang dimaksud dengan jaringan ini adalah seluruh jaringan lunak meliputi bagian pipi, bibir, langit-langit dan jaringan lunak dibawah lidah.

Pada jaringan lunak ini banyak kelenjar yang menghasilkan air liur/ ludah. Kelenjar ludah yang utama terdapat di jaringan lunak bagian pipi pada rahang atas kiri dan kanan masing -masing satu buah dan dibawah lidah. 10 Fungsi ludah/saliva adalah untuk :

a.       Melindungi semua jaringan mulut, karena mengandung zat yang dapat mencegah terjadinya infeksi.

b.      Bahan pelicin sehingga makanan mudah- ditelan dan melancarkan pergeseran antara bibir, pipi dan lidah.

c.       Mengandung bahan untuk mencerna makanan.

 

 

B.Bagian, macam, bentuk, dan fungsi gigi

Gigi terdiri dari macam-macam bentuk :

1. Gigi Seri (Incisivus)

Makanan yang besar tidak langsung dikunyah tetapi dipotong dulu hingga dapat masuk ke rongga mulut. Makanan ini dipotong oleh gigi seri. Gigi seri bentuknya seperti pahat.

2. Gigi Taring (Caninus)

Beberapa makanan harus dicabik-cabik dulu sesudah dipotong, baru setelah itu dikunyah. Fungsi dari gigi taring untuk mencabik/merobek makanan. Gigi Taring bentuknya lancip seperti paku.

3. Gigi geraham depan (premolar)

Gigi yang terdiri dari dua akar yang berfungsi untuk menggilas dan mengunyah makanan atau benda lainnya. Bentuk gigi gerahan depan adalah lebih rendah dan lebih rata dengan benjolan-benjolan kecil.

4. Gigi gerahan belakang (molar)

Gigi yang terdiri dari tiga akar yang berfungsi untuk melumat, menghancurkan, menghaluskan dan mengunyah makanan atau benda-benda lainnya.

Secara struktural, Anatomi gigi tersusun dari atas bagian-bagian antara lain sebagai berikut:Mahkota Gigi (Korona) :

1.      Makhkota gigi (korona atau biasa disebut puncak gigi yaitu bagian yang tampak dari luar. Setiap jenis memiliki bentuk mahkota gigi yang berbeda-beda.

2.      Leher gigi (Kolum) : Leher gigi (kolum) adalah bagian gigi yang berada di dalam gusi yang terlindung dan merupakan batas antara mahkota dan akar gigi.

3.      Akar gigi (Radiks) : Akar gigi adalah bagain gigi yang ada didalam rahang dan tertanam. Akar gigi menancap di tulang rahang dengan jumlah satu atau dua

Pada bagian gigi manusia yang terstruktur/tersusun atas 4 (empat) lapisan/ jaringan antara lain sebagai berikut :

·         Email : Email adalah lapisan / jaringan keras yang melapisi bagian mahkota gigi yang mengandung kalsium. Fungsi Email gigi adalah untuk melindungi tulang gigi di bagian luar gigi manusia.

·         Tulang Dentin : Tulang dentin adalah lapisan / jaringan yang dibentuk oleh zat kapur berwarna kekuningan yang terdapat setelah lapisan Email.

·         Pulpa (Rongga gigi) : Pulpa adalah lapisan yang terdapat pembuluh darah untuk memelihara seluruh gigi, dan serabut-serabut saraf yang mendeteksi, tekanan, panas, dingin, dan sakit. Pembuluh darah dan saraf menjulur ke akar gigi.

·         Semen : Semen adalah lapisan keras yang memiliki konstruksi yang kuat melapisi akar gigi. Semen / sementrum merupakan lapisan pada akar gigi yang berdamping / bertasan langsung denan tulang rahang dimana daerah tersebut tempat tumbuhnya gigi manusia.

C. Masa pertumbuhan gigi

Pertumbuhan gigi yang paling awal dimulai dengan terbentuknya benih gigi pada masa kehamilan minggu ke 6. Benih ini tumbuh terus dan akan muncul secara berangsur-angsur beberapa bulan setelah bayi lahir. Secara berurutan pertumbuhan gigi terdiri dari 3 periode :

a.       Periode gigi sulung

Gigi biasanya mulai tumbuh pada bayi usia 7 bulan, dimulai dengan gigi seri pertama. Pada usia ini biasanya anak sering 13 menggigit-gigit. Hal ini disebabkan ada rasa gatal pada gusi yang mau tumbuh gigi, oleh karena itu berilah anak gigitan dari karet atau dapat pula dari wortel yang dikupas kulitnya dan dicuci bersih. Makin bertambah umur bayi, makin banyak gigi dan akan lengkap pada anak usia 29 bulan ( 2 thn ). Urutan pertumbuhan dari gigi sulung sesuai umur anak adalah sebagai berikut :

b.      Periode gigi campuran

Gigi tetap pertama yang tumbuh adalah gigi Geraham besar pertama, dan gigi Seri pertama di rahang bawah dimulai pada usia 6 tahun. Gigi sulung ini akan goyang karena terdorong oleh Gigi Atas : Waktu tumbuh Seri Pertama 8 - 12 bulan Seri Kedua 9 – 13 bulan Taring 16 – 22 bulan Geraham Pertama 13 – 19 bulan Geraham ke dua 25 – 33 bulan Gigi Bawah : Waktu tumbuh Geraham ke dua 23 – 31 bulan Geraham Pertama 14 – 18 bulan Taring 17 – 23 bulan Seri Kedua 10 - 16 bulan Seri Pertama 6 - 10 bulan 14 gigi tetap yang akan tumbuh, untuk selanjutnya gigi sulung akan terlepas dan diganti oleh gigi tetap.

Pergantian gigi ini terjadi antara usia 6-14 tahun. Pada periode gigi campuran ini kita harus berhati - hati karena kebanyakan orang tua tidak mengetahui gigi-gigi tersebut keropos padahal gigi tersebut gigi tetap dan tidak akan diganti lagi. Pada periode ini juga terlihat gigi anak tidak beraturan, kadang-kadang gigi tetapnya sudah tumbuh tetapi gigi sulungnya belum lepas. Apabila gigi sulung yang goyang itu tidak dapat lepas sebaiknya dibiarkan saja, karena dalam waktu beberapa hari gigi tersebut akan lepas sendiri, kecuali bila gigi pengganti sudah tampak mau tumbuh. Bila terlihat keadaan seperti ini segeralah dibawa ke balai pengobatan gigi atau dokter gigi.

c.       Periode gigi tetap.

Gigi tetap sudah lengkap semua kira-kira usia 14 tahun, kecuali geraham bungsu yaitu geraham ke 3 (yang paling akhir). Bila ada tempat yang cukup untuk tumbuh, maka geraham ini akan Gigi tetap geraham pertama Gigi seri pertama Gigi seri kedua Gigi taring Gigi geraham pertama Gigi geraham kedua 15 tumbuh normal. Bila tidak ada tempat ia akan tumbuh miring; atau bahkan ada yang tidak tumbuh. Bila gigi tetap ini rusak tidak akan ada lagi yang mengganti nya. Gigi tetap harus dirawat dengan baik karena akan dipakai seumur hidup.

Jumlah Gigi Susu anak adalah 20 buah :

Jumlah Gigi Dewasa atau gigi tetap (identis permanen) adalah 32 buah :

Gigi seri : 8 buah

Gigi seri : 8 buah

Gigi taring : 4 buah

Gigi taring : 4 buah

Gigi geraham : 8 buah

Gigi geraham depan : 8 buah

 

Gigi geraham belakang : 12 buah

REFERENSI

Buku Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut di Masyarakat Kemenkes RI Tahun 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL MATERI INTI 3

 

 

PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

 

 

MODUL MATERI INTI 3

PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

                               I.            DESKRIPSI SINGKAT

                            II.            TUJUAN PEMBELAJARAN

       Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )

       Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )

                         III.            POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

                         IV.            LANGKAH - LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

                            V.            LEMBAR PENUGASAN / BERGAMBAR

                         VI.            URAIAN MATERI

       Pokok Bahasan : Pengertian dan Konsep Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Mandiri

       Pokok Bahasan : Manfaat dan Indikator keberhasilan  UKGM

REFERENSI

I. DESKRIPSI SINGKAT

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting. Menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut dapat dilakukan sejak dini. Setelah mengetahui tentang dasar-dasar kesehatan gigi dan mulut, mengetahui pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut penting untuk diketahui. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut meliputi kebiasaan yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut. Modul ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut agar sasaran dapat mempraktekkan untuk diri sendiri dan keluarga.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A.    Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)              :

Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kepada 1 dasawisma.

B.     Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)            :

1.      Peserta latihan memahami tentang pengertian menyikat gigi

2.      Peserta latihan memahami tentang manfaat menyikat gigi

3.      Peserta latihan memahami tentang waktu yang tepat menyikat gigi

4.      Peserta latihan memahami tentang memilih sikat gigi dan pasta gigi yang dianjurkan

5.      Peserta latihan memahami tentang cara menyikat gigi yang baik dan benar

6.      Peserta latihan memahami tentang makanan yang menyehatkan dan makanan yang dapat merusak gigi

I.  POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

A.    Pokok Bahasan                     : Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan

Mulut

B.     Sub Pokok Bahasan             :           a. Cara menyikat gigi

                        b. Pemilihan sikat gigi yang benar

c. Makanan yang baik dan buruk bagi gigi

II. METODE

A.                 Curah pendapat

B.                 Ceramah

C.                 Tanya jawab

D.                 Diskusi

E.                  Simulasi

III. MEDIA

A.                 Modul

B.                 Laptop

C.                 Poster

 

IV.  LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Jumlah yang digunakan dalam modul sebanyak 2 jam 15 menit pelajaran (T= 3 Jpl) @45 menit untuk memudahkan proses pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:

A.    Cara Menyikat Gigi (45 menit)

1.      Perkenalan

2.      Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan

3.      Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan: tentang pengertian dan manfaat menyikat gigi, waktu yang tepat menyikat gigi, dan cara menyikat gigi yang benar.

4.      Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi dengan media poster: tentang pengertian dan manfaat menyikat gigi, waktu yang tepat menyikat gigi, dan cara menyikat gigi yang benar.

5.      Pelatih melakukan simulasi cara menyikat gigi yang baik dan benar

B.     Pemilihan Sikat Gigi yang benar (45 menit)

1.      Pelatih menjelaskan cara memilih sikat gigi dan pasta gigi yang benar dengan poster

2.      Pelatih menjelaskan penggunaan pasta gigi yang benar

C.    Makan-makanan yang baik dan buruk (45 menit)

1.      Pelatih menjelaskan makanan baik dan buruk bagi gigi dengan poster

2.      Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan

3.      Pelatih menanyakan hal-hal yang belum dimengerti peserta latihan

4.      Pelatih menjelaskan hal-hal yang masih belum dimengerti peserta latihan

VII. URAIAN MATERI

A.  Sub Pokok Bahasan : Cara Menyikat Gigi

1.    Pengertian dan manfaat Menyikat Gigi

Menyikat gigi adalah tindakan membersihkan gigi dan mulut dari sisa makanan dan debris yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada jaringan keras maupun jaringan lunak (Putri, Herijulianti, dan Nurjanah ,2010).

2.    Waktu yang tepat

Menurut Manson (dalam Putri, Herijulianti, dan Nurjanah, 2010), menyikat gigi sebaiknya dua kali sehari yaitu pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur.

3.    Cara Menyikat gigi yang benar

a.       Menyiapkan sikat gigi dan pasta yang mengandung Fluor ( salah  satu zat yang dapat menambah kekuatan pada gigi ). Banyaknya  pasta kurang lebih sebesar sebutir kacang tanah (1/2 cm ) .

b.      Berkumur-kumur dengan air bersih sebelum menyikat gigi.

c.       Seluruh permukaan gigi disikat dengan gerakan maju mundur  pendek-pendek atau memutar selama ± 2 menit ( sedikitnya 8  kali gerakan setiap 3 permukaan gigi)

d.      Berikan perhatian khusus pada daerah pertemuan antara gigi  dan gusi.

e.       Lakukan hal yang sama pada semua gigi atas bagian dalam.Ulangi gerakan yang sama untuk permukaan bagian luar dan  dalam semua gigi atas dan bawah.

f.       Untuk permukaan bagian dalam gigi rahang bawah depan,  miringkan sikat gigi seperti dalam gambar no.1. Kemudian  bersihkan gigi dengan gerakan sikat yang benar.

g.      Bersihkan permukaan kunyah dari gigi atas dan bawah dengan gerakan-gerakan pendek dan lembut maju mundur berulang ulang.

h.      Sikatlah lidah dan langit-langit dengan gerakan maju mundur  dan berulang-ulang.  Janganlah menyikat terlalu keras terutama pada pertemuan gigi  dengan gusi, karena akan menyebabkan email gigi rusak dan gigi  terasa ngilu.

i.        Setelah menyikat gigi, berkumurlah 1 kali saja agar sisa fluor  masih ada di gigi.

j.        Sikat gigi dibersihkan dengan air dan disimpan tegak dengan  kepala sikat di atas.

k.      Waktu menyikat gigi sebaiknya setiap habis makan kita menyikat  gigi, tapi hal ini tentu saja agak merepotkan. Hal yang terpenting  dalam memilih waktu menyikat gigi adalah pagi hari sesudah  makan dan malam hari sebelum tidur.

1. Bagian luar gigi depan atas

2. Bagian dalam gigi depan atas

3. Bagian luar gigi belakang

4. Bagian dalam gigi belakang  5. Permukaan kunyah gigi

Gambar 1. Tehnik Menyikat Gigi

B.             Sub Pokok Bahasan : Pemilihan sikat gigi yang benar

1.  Pemilihan sikat gigi dan pasta gigi

Sikat gigi dapat diganti maksimal 3 bulan sekali. Pasta gigi harus mengandung fluoride.

Gambar 2. Sikat Gigi yang benar

Menurut (Putri, Herijulianti, dan Nurjanah, 2010) Syarat sikat gigi yang ideal :

a.       Tangkai sikat gigi enak di pegang dan stabil, pegangan sikat gigi harus cukup lebar dan cukup tebal.

b.      Kepala sikat jangan terlalu besar, untuk orang dewasa maksimal 25-29 x 10 mm, untuk anak-anak 15-24 x 7 mm, untuk anak balita 18 mm x 7 mm. (menyesuaikan rongga mulut)

c.       Tekstur tidak merusak jaringan lunak maupun keras.

d.      Kekerasan bulu sikat sedang

2.      Takaran anjuran penggunaan pasta gigi

Gambar 3. Pasta gigi sebiji jagung untuk anak-anak

Gambar 4. Pasta gigi untuk dewasa

 

Gambar 5. Pasta gigi untuk 3 tahun ke atas sebiji jagung

Gambar 6. Pasta gigi untuk 0-3 tahun sebiji beras

C.             Sub Pokok Bahasan : Makanan yang baik dan buruk bagi gigi

Makanan yang baik bagi gigi yang mengandung vitamin dan mineral ( kalsium dan fosfor), untuk memperkuat strktur gigi dan membantu proses cleansing dalam rongga mulut, contoh:

a.       Sayur (brokoli, pokcoy, sayuran hijau, seledri, wortel, dan sayuran renyah)

b.      Buah yang mengandung serat dan vitamin (pir, jambu air, dll)

c.       Susu dan telur (vitamin D menyerap kalsium)

d.      Keju dan yoghurt (fosfor dan mineral)

e.       Daging, ikan, dan tahu (fosfor dan mineral)

Makanan yang buruk atau kariogenik dapat ditemukan di:

a.       The

b.      Kopi

c.       Soda

d.      Minuman dan makanan yang manis

e.       Minuman dan makanan yang mengandung asam

REFERENSI

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia , Buku Pelatihan Kader Gigi Masyarakat, Jakarta, 2012.

http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/661/3/3.%20BAB%20II.pdf. Diakses pada 23 September 2020.15:50

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL MATERI INTI 4

 

 

PEMERIKSAAN DAN PENCATATAN KESEHATAN GIGI

 

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

MODUL MATERI 4

PEMERIKSAAN DAN PENCATATAN KESEHATAN GIGI

I.                   DESKRIPSI SINGKAT

II.                TUJUAN PEMBELAJARAN

A.    Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

B.     Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

III.             POKOK BAHASAN DAN SUB-POKOK BAHASA

IV.             LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

V.                METODE

VI.             MEDIA

VII.          URAIAN MATERI

 

I.                   DESKRIPSI SINGKAT

Modul pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan keterampilan para petugas/kader dalam melakukan pemeriksaan gigi sederhana, pencatatan dan pelaporan kesehatan gigi di Posyandu. Untuk itu dalam modul ini akan dibelajarkan  materi  tentang  cara melakukan pemeriksaan gigi sederhana, pencatatan hasil pemeriksaan dan  pelaporan dari kesehatan gigi di Posyandu. Serta diberikan pembelajaran mengenai kartu KMGS dan KASIH, dan cara melakukan pengisian kartu KMGS dan KASIH.

II.                TUJUAN PEMBELAJARAN

A.    Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam pemeriksaan dan sistem pencatatan, serta pelaporan kesehatan gigi.

B.     Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

1.      Peserta latihan memahami cara pemeriksaan gigi sederhana.

2.      Peserta latihan memahami tentang pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan kesehatan gigi.

3.      Peserta latihan memahami tentang pembuatan rujukan dan laporan kasus kesehatan gigi.

4.      Peserta latihan memahami cara mengisi kartu KMGS dan KASIH.

  1. POKOK BAHASAN DAN SUB-POKOK BAHASAN

A.    Pokok Bahasan

Pemeriksaan dan Pencatatan Kesehatan Gigi

B.     Sub Pokok Bahasan 

1.      Pemeriksaan Gigi Sederhana i

2.      Pembuatan Rujukan dan Laporan Kasus Kesehatan Gigi

3.      Cara Pengisian Kartu KMGS dan KASIH 

  1. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Jumlah yang digunakan dalam modul sebanyak 2 jam 15 menit pelajaran (T= 3 Jpl) @45 menit untuk memudahkan proses pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:

A.    Pemeriksaan Gigi (1 JPL = 45 menit)

1.      Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan

2.      Pelatih dengan curah pendapat, pelatih meminta peserta mengemukakan tujuan dilakukannya pemeriksaan kesehatan gigi.

3.      Pelatih menyajikan dan menjelaskan cara pemeriksaan kesehatan gigi secara sederhana

4.      Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan

5.      Pelatih menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta

B.     Pembuatan Rujukan dan Laporan Kasus Kesehatan Gigi (1 JPL = 45 menit)

1.      Pelatih menyajikan surat rujukan dan sistem pelaporan kasus kesehatan gigi.

2.      Pelatih menjelaskan sistem perujukan dan pelaporan kasus kesehatan gigi mulut sesuai bahan yang telah disajikan.

3.      Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan

4.      Pelatih menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta

C.     Cara Pengisian Kartu KMGS dan KASIH (1 JPL = 45 menit)

1.      Pelatih menggunakan metode diskusi dengan membentuk beberapa kelompok kecil.

2.      Pelatih peserta untuk dapat mengisi sebisanya dan dapat saling berdiskusi antar teman satu kelompok.

3.      Pelatih menyajikan dan menjelaskan materi secara singkat mengenai kartu KMGS dan KASIH.

4.      Pelatih menyampaikan rangkuman dari materi yang disajikan

5.      Pelatih menjelaskan kembali hal-hal yang masih belum dimengerti peserta

  1. METODE

A. Curah Pendapat

 B. Ceramah

 C. Tanya Jawab

 D. Diskusi

  1. MEDIA 

A. Modul

B. Laptop

C. Poster

  1. URAIAN MATERI

Pemeriksaan gigi dilakukan agar mengetahui masalah apa yang ada dirongga mulut. Pemeriksaan gigi dapat dilakukan secara sederhana, hanya dengan menggunakan hand instrumen (alat genggam) yaitu kaca mulut dan sonde. Setelah dilakukan pemeriksaan gigi, kita dapat tahu masalah rongga mulut yang diperiksa dan penanganan yang tepat sesuai masalah yang ada. Dan dapat menjadi deteksi dini sebelum terjadi penyakit gigi dan mulut. 

A.    Pemeriksaan Gigi Sederhana

1.      Alat Untuk Pemeriksaan Gigi

2.      Kaca Mulut 

Kaca mulut adalah sebuah kaca kecil berbentuk bundar dan diberi gagang. Alat ini akan dimasukkan ke dalam rongga mulut untuk melihat keadaan gigi dan jaringan di sekitar gigi. Cara memegang kaca mulut seperti memegang bolpoin atau pensil.

3.      Sonde

Sonde adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah pada gigi, seperti lubang gigi, atau lapisan keras yang ada di permukaan gigi. Cara memegang sonde sama seperti memegang kaca mulut, yaitu seperti memegang bolpoin atau pensil (pen grasp). Cara memegangnya dengan ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah seperti kita memegang pena untuk menulis tetapi tidak identik. Sedangkan jari manis dan atau jari kelingking sebagai titik tumpuan pada jaringan keras gigi pada waktu melakukan preparasi.

2. Cara Melakukan Pemeriksaan Gigi Secara Sederhana

Dalam melakukan pemeriksaan gigi yang di cek adalah adanya bercak hitam yang apabila sonde dimasukkan dapat menyangkut pada lubangnya. Apabila ada kelainan pada rongga mulut. Atau adanya lapisan keras berwarna kuning pada permukaan gigi. Adapun teknik-teknik dalam melakukan pemeriksaan gigi sederhana, yaitu :

1.      Kaca mulut dipegang seperti memegang bolpoin atau pensil

2.      Sasaran membuka mulut

3.      Kaca mulut dimasukkan untuk melihat permukaan gigi pada rahang atas dan rahang bawah

4.      Semua permukaan gigi atas, bawah, kanan, dan kiri dilihat pada kaca mulut.

5.      Apabila terdapat lubang maka terdapat karies atau penyakit gigi berlubang

6.      Apabila terdapat bercak hitam, maka kaca mulut dipegang menggunakan tangan kiri dan sonde dipegang pada tangan kanan dengan teknik yang sama seperti memegang bolpoin atau pensil.

7.      Kemudian tangan kiri digunakan untuk melihat bercak hitam pada gigi sasaran dan tangan kanan untuk memasukkan ujung sonde pada bercak hitam. Apabila sonde tersangkut, maka bercak hitam tersebut tanda awal gejala penyakit gigi berlubang (karies gigi)

8.      Apabila terdapat lapisan keras pada permukaan gigi dan berwarna kuning kehijuan dan dicek menggunakan sonde kasar dan keras seperti karang, maka terdapat karang gigi. 

9.      Setelah mendapat permasalahan pada rongga mulut seperti diatas, atau kelainan-kelainan bentuk dan warna maka pemeriksaan telah selesai dilakukan

B.     Pembuatan Rujukan dan Laporan Kasus Kesehatan Gigi

Setelah dilakukan pemeriksaan gigi secara sederhana, apabila didapatkan permasalahan gigi berlubang, karang gigi, ataupun kelainan pada bentuk dan warna pada rongga mulut maka dilakukan perujukan kepada puskesmas penanggung jawa pada posyandu tersebut. Perujukan tersebut ditulis pada surat rujukan sesuai dengan format yang ada. Dan dicatat pada buku laporan kesehatan gigi dalam bentuk tabel, dan isian format antara lain :

1.      Tanggal

2.      Nama (yang diperiksa)

3.      Jenis Kelamin : P (perempuan)/ L (laki-laki)

4.       Umur 

5.      Hasil Pemeriksaan

6.      Keluhan Yang Dirasakan

Buku pelaporan tersebut sebagai bukti untuk ditunjukkan kepada tenaga kesehatan gigi setempat atau puskesmas yang bertanggung jawab.

C.     Cara Pengisian Kartu KMGS dan KASIH

KMGS (Kartu Menuju Gigi Sehat) dan KASIH merupakan kartu pemeriksaan yang digunakan untuk memeriksa keadaan kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil dan anak balita. Sedangkan kartu KASIH Kartu KMGS dan KASIH berfungsi untuk :

1.      Digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi resiko penyakit gigi dan mulut pada ibu hamil.

2.      Untuk memberikan konseling makanan /minuman ramah gigi pada ibu hamil

3.      Sebagai konseling untuk ibu pada kesehatan gigi dan mulutnya untuk anak balita 

4.      Untuk melihat tingkat resiko pada ibu hamil

5.      Sebagai rujukan ke Puskesmas atau untuk kontrol berkala

 

1. Memonitor kesehatan gigi anak melaui Kartu Gigi Sehat pada kegiatan Posyandu.

2. Teknik menyikat gigi anak balita oleh pasangan orang tua anak.

  1. REFERENSI

Buku Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut di Masyarakat Kemenkes RI Tahun 2012

 

 

 

 

MODUL PRAKTEK  PELATIHAN KADER

UPAYA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DIV KEPERAWATAN GIGI

JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG

TAHUN 2020

 

 

 

 

 

 

MODUL PRAKTEK MATERI INTI 2

 

 

PENGETAHUAN RONGGA MULUT DAN GIGI

 

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

MODUL PRAKTEK MATERI INTI 2

PENGETAHUAN RONGGA DAN MULUT

I. DISKRIPSI SINGKAT

Modul pengetahuan rongga mulut dan gigi ini disusun untuk memberika pengetahuan dan gambaran umum mengenai rongga gigi dan mulut. Dengan bertambahnya pengetahuan kader maka kader dapat memahami dan menjelaskan mengenai bentuk gigi, fungsi gigi, bagian-bagian rongga mulut, dan masa pertumbuhan gigi.

Pengetahuan mengenai bentuk, fungsi, dan bagian-bagian rongga mulut merupakan pengetahuan dasar seorang kader kesehatan gigi, sehingga kader mempelajari mengenai kesehatan gigi lebih mudah dan paham.  

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A. Tujuan Pembelajaran Umum    

Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat menyampaikan kepada masyarakat Kelurahan Jabungan.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus

1.      Peserta latihan dapat menyampaikan materi macam bentuk dan fungsi gigi kepada orang lain

2.      Peserta latihan mengidentifikasi macam bentuk dan fungsi gigi

3.      Peserta dapat mengidentifikasi gigi decidui dan gigi permanen anak sesuai masa pertumbuhan

4.      Peserta latihan dapat menyampaikan materi tentang masa pertumbuhan gigi kepada orang lain

 

 

III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK PEMBAHASAN

A. Pokok Bahasan

    Pengetahuan Rongga Mulut Dan Gig

B. Sub Pokok Bahasan

1.      Bagian, macam, bentuk, dan fungsi gigi

2.      Masa pertumbuhan gigi

IV. METODE

A.    Penugasan

B.     Diskusi

V.MEDIA

A.    Bolpoin

B.     Kertas

C.     Poster

VI.  LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PRAKTIK

Jumlah yang digunakan dalam modul sebanyak 3 jam 45 menit pelajaran (P=5 Jpl) @45 menit untuk memudahkan proses praktik pembelajaran.

VI.       INTRUKSI PELAKSANAAN PRAKTEK

A. Bagian, macam, bentuk, dan fungsi gigi (3 JPL = 135 Menit)

1.      Pelatih menyiapkan gambar macam-macam gigi, nama, dan fungsinya

2.      Secara berkelompok peserta memasangkan gambar gigi dengan nama dan fungsinya

3.      Pelatih mengoreksi dan memberikan arahan

4.      Selanjutnya peserta menyiapkan kertas dan bolpoin untuk menggambar penampang gigi  dan bagiang-bagiannya

5.      Peserta pelatihan menyampaikan bagian-bagian penampang gigi dan fungsinya di depan peserta lain

            B. Masa pertumbuhan gigi ( 1 JPL = 45 Menit)

1.      Pelatih membagi peserta menjadi beberapa grup

2.      Pelatih memberikan pertanyaan mengenai masa pertumbuhan gigi

3.      Setiap grup berdiskusi mengenai masa pertumbuhan gigi kemudian di serahkan ke pelatih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL PRAKTEK MATERI INTI 3

 

 

PEMELIHARAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

 

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

MODUL PRAKTEK MATERI INTI 3

PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

I.   DESKRIPSI SINGKAT

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang penting. Menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut dapat dilakukan sejak dini. Setelah mengetahui tentang dasar-dasar kesehatan gigi dan mulut, mengetahui pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut penting untuk diketahui. Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut meliputi kebiasaan yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut. Modul ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut agar sasaran dapat mempraktekkan untuk diri sendiri dan keluarga.

II.  TUJUAN PEMBELAJARAN

A.    Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)              :

Meningkatkan pengetahuan peserta latihan dalam bidang kesehatan khususnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kepada 1 dasawisma.

B.     Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)            :

1.      Peserta latihan dapat mendemonsrtrasikan cara menyikat gigi dengan benar

2.      Peserta latihan dapat memilih sikat gigi sesuai anjuran

3.      Peserta latihan dapat mengaplikasikan pasta gigi sesuai anjuran

4.      Peserta latihan dapat membedakan makanan yang sehat dan kariogenik bagi gigi

III.  POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

A.    Pokok Bahasan                     : Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut

B.     Sub Pokok Bahasan             :           a. Cara menyikat gigi

            b. Pemilihan sikat gigi yang benar

                        c. Makanan yang baik dan buruk bagi gigi

IV.  METODE

A.    Demonstrasi

B.     Diskusi

V.  MEDIA

A.    Model sikat gigi

B.     Sikat gigi baik dan buruk

C.     Pasta gigi

D.    Gelas Kumur

E.     Model makanan yang baik dan buruk

VI.  LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PRAKTIK

Jumlah yang digunakan dalam modul sebanyak 3 jam 45 menit pelajaran (P=5 Jpl) @45 menit untuk memudahkan proses praktik pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:

A.    Cara Menyikat Gigi (135 menit)

1.      Peserta menyiapkan sikat gigi, pasta gigi, dan gelas kumur

2.      Peserta berada di ruangan terbuka / tempat sikat gigi yang memungkinkan

3.      Peserta dapat melakukan demonstrasi menyikat gigi sesuai yang dipraktekkan dengan dampingan pelatih

B.     Memilih Sikat gigi yang benar  (45 menit)

1.      Pelatih menyediakan sikat gigi yang tidak benar dan sikat gigi yang benar

2.      Peserta membuat 2 kelompok untuk berdiskusi memilih sikat gigi yang benar

3.      Masing-masing kelompok melakukan demonstrasi pengaplikasian pasta gigi ke sikat gigi sesuai dengan teori yang disampaikan

 

C.     Makanan yang baik dan buruk bagi gigi (45 menit)

1.      Pelatih menyediakan dua wadah yang berisi contoh makanan baik dan makanan buruk

2.      Peserta  membuat 2 kelompok untuk berdiskusi membedakan makanan yang baik dan buruk sesuai bahan makanan yang disediakan

3.      Pelatih menilai hasil diskusi kelompok

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL PRAKTEK MATERI INTI 4

 

 

PEMERIKSAAN DAN PENCATATAN KESEHATAN GIGI

 

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

MODUL MATERI INTI 4

PEMERIKSAAN DAN PENCATATAN KESEHATAN GIGI

I. DESKRIPSI SINGKAT

II.                 TUJUAN PEMBELAJARAN

A.    Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

B.     Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

III.             POKOK BAHASAN DAN SUB-POKOK BAHASAN

IV.             LANGKAH KEGIATAN

V.                METODE

VI.             MEDIA

URAIAN MATERI

 

I. DISKRIPSI SINGKAT

Modul pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan keterampilan para petugas/kader dalam melakukan pemeriksaan gigi sederhana, pencatatan dan pelaporan kesehatan gigi di Posyandu. Untuk itu dalam modul ini akan dibelajarkan  materi  tentang  cara melakukan pemeriksaan gigi sederhana, pencatatan hasil pemeriksaan dan  pelaporan dari kesehatan gigi di Posyandu. Serta diberikan pembelajaran mengenai kartu KMGS dan KASIH, dan cara melakukan pengisian kartu KMGS dan KASIH. Sehingga, pada modul praktek ini ditekankan kepada peserta latihan untuk dapat menerapka teori yang sudah dijelaskan pada modul teori langsung ke lapangan. 

II. TUJUAN PEMBELAJARAN

A.    Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)

Meningkatkan ketrampilan peserta latihan dalam melakukan pemeriksaan dan sistem pencatatan, serta pelaporan kesehatan gigi.

B.     Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)

1.      Peserta latihan mampu melakukan pemeriksaan gigi sederhana pada teman yang lainnya.

2.      Peserta latihan dapat melakukan pencatatan dari hasil pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan kesehatan gigi.

3.      Peserta latihan dapat melakukan perujukan dan laporan kasus kesehatan gigi kepada tenaga kesehatan gigi setempat atau puskesmas.

4.      Peserta latihan dapat mengisi kartu KMGS dan KASIH.

 III. POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK PEMBAHASAN

A.    Pokok Bahasan

Pemeriksaan dan Pencatatan Kesehatan Gigi

B.     Sub Pokok Bahasan 

1.      Pemeriksaan Gigi Sederhana

2.      Cara Pengisian Kartu KMGS dan KASIH 

3.      Pembuatan Rujukan dan Laporan Kasus Kesehatan Gigi

IV.  LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PRAKTIK

Jumlah yang digunakan dalam modul sebanyak 5 jam 25 menit pelajaran (P=7 Jpl) @45 menit untuk memudahkan proses praktik pembelajaran, dilakukan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut:

A.    Pemeriksaan Gigi Sederhana (135 Menit)

1.      Peserta diminta untuk membuat kelompok kecil dalam jumlah genap

2.      Pada kelompok kecil, peserta diminta untuk memilih pasangan dalam melakukan praktik

3.      Peserta berpasang-pasangan dalam melakukan pemeriksaan gigi sederhana, dan saling bergantian satu samma lain

4.      Peserta melakukan pemeriksaan gigi sederhana sesuai langkah-langkah yang sudah dijelaskan pada teori.

5.      Setelah melakukan pemeriksaan gigi sederana pada masing-masing pasangannya, peserta diminta mencatat hasil pemeriksaan sesuai dengan format pencatatan.

6.      Setelah selesai peserta diminta untuk bertukar pasangan dan melakukan pemeriksaan gigi sederhana sesuai tahap-tahap yang telah dilakukan.

7.      Kemudian seluruh pencatatan dikumpulkan pada menjadi satu pada tiap-tiap kelompok.

8.      Pada tiap kelompok mendiskusikan hasil pemeriksaannya apakah sudah benar atau belum.

9.      Pelatih memantau pada diskusi tiap kelompok.

10.  Dan hasil pencatatan dikumpulkan dan dicek oleh pelatih

B. Pengisian KMGS dan KASIH (135 menit)

1.   Pada kelompok kecil yang telah dibentuk pada praktik pemeriksaan gigi sederhana, dilanjutkan untuk melakukan praktik pengisian kartu KMGS dan KASIH.

2.   Peseta diminta untuk memilih pasangan dalam melakukan kegiatan praktik

3.   Peserta mencoba mengisi kartu KMGS dan KASIH dengan sasaran teman pasangannya secara bergantian.

4.   Peserta diminta untuk berperan menjadi ibu hamil dan ibu yang mempunyai anak balita apabila dilakukan pengisian kartu KMGS dan KASIH

5.   Peserta dapat menyakan kepada pelatih apabila tidak mengerti pada pertanyaan yang disediakan pada kartu KMGS dan KASIH.

C. Pembuatan Rujukan dan Laporan Kasus Kesehatan Gigi (45 Menit)

  1. Peserta diminta untuk menyiapkan buku kosong atau kertas kosong sebanyak 2 lembar.
  2. Buku atau kertas tersebut di buat tabel dengan isian format sesuai pada format yang dijelaskan pada teori (tanggal pemeriksaan, nama, jenis kelamin, umur, hasil pemeriksaan, keluhan yang dirasakan)
  3. Tabel yang telah dibuat digunakan untuk mengisi pemeriksaan yang dipraktikkan.
  4. Peserta diminta untuk mencoba mengisi surat rujukan sesuai kasus yang telah didapatkan pada buku pencatatan.
  5. Pelatih mengecek surat rujukan yang diisi oleh peserta.

 

V.METODE

  1. Demonstrasi
  2. Diskusi

 VI. MEDIA

  1. Phantom
  2. Kaca Mulut
  3. Sonde

 

REFERENSI

Buku Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Gigi dan Mulut di Masyarakat Kemenkes RI Tahun 2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODUL PRAKTEK MATERI PENUNJANG

 

 

RENCANA TINDAK LANJUT

 

 

 

PELATIHAN KADER KESGILUT

 

 

 

 

MODUL PRAKTEK MATERI PENUNJANG

RENCANA TINDAK LANJUT

I. Deskripsi Singkat

Modul Rencana Tindak Lanjut (RTL) ini disusun untuk membekali para kader agar mengevaluasi kembali materi-materi yang telah diberikan, materi mana yang belum dimengerti oleh kader. Modul ini juga memuat daftar rincian kegiatan rencana tindak lanjut (RTL) yang akan dilaksanakan di wilayah masing-masing.

II. Tujuan Pembelajaran

A. Tujuan Pembelajaran Umum ( TPU )

Setelah pembelajaran ini selesai, peserta pelatihan kader mampu menyusun   rencana tindak lanjut (RTL) berdasarkan karakteristik wilayah kerja tempat bertugas.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus ( TPK )

Setelah pembelajaran ini selesai, peserta mampu :

1.      Menilai kegiatan yang telah dilakukan dan yang belum tercapai dalam pelatihan.

2.      Merencanakan tindak lanjut pelatihan untuk kader UKGM masing-masing.

3.      Merancang kegiatan sesuai dengan permasalahan kesehatan yang dialami.

III. Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan

Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan yang dibahas dalam modul ini adalah:

A.   Pokok Bahasan           : Materi Penunjang

            B.  Sub Pokok Bahasan           : Rencana Tindak Lanjut

IV.Metode

a.       Demonstrasi

b.      Ceramah

c.       Praktek Langsung

d.      Tanya jawab

V.Media

a.       Buku materi pelatihan

b.      Model penampang gigi / phantom

c.       Sikat gigi

d.      Pasta gigi

VI. Langkah Kegiatan

Jumlah JPL : 1 JPL ( T : 0, P : 1, JPL : 1 ), Waktu : 45 menit

Proses belajar mengajar   :

A.    Perkenalan

B.     Pelatih menjelaskan tujuan modul sesuai pokok dan sub pokok bahasan yang akan disajikan

VII. Uraian Materi

A.    Pendampingan Melatih Pelatihan

1.      Peserta yang sudah dilatih dapat menerapkan kepada sasaran untuk dilakukan pelatihan menggosok gigi yang baik dan benar.

2.      Peserta yang sudah dilatih dapat membimbing cara menggosok gigi yang baik dan benar kepada sasaran didampingi pelatih.

3.      Pelatih menilai apakah peserta yang sudah dilatih dapat menjelaskan cara menggosok gigi yang baik dan benar kepada sasaran (ketika sudah bisa menjelaskan artinya sasaran dapat menyerap materi dengan baik dan benar, lalu sebaliknya.

B.     Menjawab Soal – Soal

1.      Berapa kali gosok gigi dilakukan dalam sehari dan kapan waktunya ?

a.       2x sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur

b.      3x sehari, pagi setelah sarapan, siang setelah makan siang, malam setelah makan malam

c.       2x sehari, pagi saat mandi pagi dan sore saat mandi sore

2.      Pasta gigi yang baik digunakan yang mengandung apa?

a.       Vitamin C

b.      Fluoride

c.       Kalsium

3.      Kapan sikat gigi perlu diganti?

a.       Jika sudah 1 tahun

b.      Jika sudah 3 bulan

c.       Jika sudah 1 bulan

4.      Kapan baiknya periksa rutin ke dokter gigi?

a.       Sebulan sekali

b.      6 bulan sekali

c.       Tidak perlu jika tidak ada keluhan sakit

5.      Alat bantu apa yang dapat digunakan untuk membersihkan rongga mulut?

a.       Benang gigi

b.      Tusuk gigi

c.       Air soda

0 komentar:

Posting Komentar